News

Site Visit Pengembangan MUK di Kalimantan

Dalam rangka pelaksanaan Landscape Partnership Initiative sebagai bagian dari Program Multiusaha Kehutanan (MUK), Kadin Regenerative Forest Business Hub (Kadin RFBH) bersama Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), Koalisi Ekonomi Membumi (KEM), Yayasan Titian Lestari, dan KKI Warsi telah melaksanakan rangkaian kunjungan lapangan dan diskusi di beberapa Lanskap Kalimantan, pada Agustus 2026. Kegiatan ini turut dihadiri oleh perwakilan Direktorat KKSDA Kementerian PPN/Bappenas.

Waktu dan Lokasi Site Visit:

  • 1-2 Agustus 2026, PT. Wana Bakti Persada Utama, Basecamp Muang Km 72 Kabupaten Berau – Kaltim
  • 3-4 Agustus 2026, PT. Gunung Gajah Abadi, Desa Miau Baru, Kec. Kongbeng, Kab. Kutai Timur – Kaltim
  • 6-7 Agustus 2026, PT Ekosistem Khatulistiwa Lestari, lokasi percontohan vanili HD Batuampar & Lokasi Demplot Agroforestri di Kabupaten Kubu Raya – Kalbar

Tujuan kegiatan adalah untuk memperkuat pengembangan MUK yang berorientasi pada pengelolaan lanskap secara berkelanjutan, konservasi keanekaragaman hayati, serta penguatan kemitraan multipihak.

Kunjungan lapangan ini juga bertujuan untuk memperoleh gambaran langsung mengenai:

  1. Implementasi Multiusaha Kehutanan pada tingkat Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), termasuk pengembangan komoditas berbasis hutan dan pendekatan pengelolaan lanskap yang berkelanjutan.
  2. Potensi integrasi antara konservasi keanekaragaman hayati, pengembangan ekonomi berbasis alam (nature-based economy), dan pemberdayaan masyarakat dalam pengelolaan lanskap.
  3. Tantangan dan kebutuhan penguatan ekosistem pendukung, termasuk tata kelola, investasi, kemitraan, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.
  4. Diskusi bersama para mitra mengenai peluang pengembangan model kolaborasi yang dapat mendukung implementasi Multiusaha Kehutanan serta memberikan masukan bagi penguatan kebijakan dan replikasi pendekatan pada lanskap lainnya.

 

Rangkaian kegiatan meliputi paparan pengembangan MUK oleh perusahaan, observasi lapangan pada lokasi pengembangan usaha dan calon pilot MUK, dialog bersama para mitra pelaksana, serta diskusi mengenai peluang kolaborasi dan penguatan implementasi pengelolaan lanskap yang berkelanjutan.

Baca Juga :  Paviliun Indonesia COP-27: Bumi Butuh Tindakan Lebih Berani

 

 

Share this

Related Posts