News

Kadin RFBH Dukung Peningkatan Kapasitas PBPH Susun Business Plan MUK

Kadin RFBH mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH), bekerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) dan Koalisi Ekonomi Membumi (KEM). Pelatihan Penyusunan Rencana Bisnis Multiusaha Kehutanan (MUK) dilaksanakan pada 12-13 Agustus 2026, dilanjutkan dengan pendampingan penyusunan dokumen dan presentasi business plan. Pelatihan diikuti 20 peserta dari 12 PBPH yang merupakan bagian dari PBPH prioritas dan PBPH potensial replikasi berdasar penilaian kesiapan pengembangan MUK dengan pendekatan lanskap.

Sebagaimana diinformasikan, Kadin RFBH bekerjasama dengan APHI telah melaksanakan kajian kesiapan MUK pada tataran lanskap dilanjutkan dengan mengidentifikasi kesiapan pada tingkat PBPH. Hasil kajian tersebut telah disampaikan dan dibahas bersama Kementerian Kehutanan melalui MUK Task Force, ditindaklanjuti dengan dukungan kepada 3 PBPH untuk menjadi percontohan MUK. Pilot MUK dikembangkan berbasis agroforestri vanila, kopi dan kakao yang merupakan tiga komoditas paling prospektif berdasar hasil riset pasar, sebagai fokus awal dari keseluruhan multiusaha yang dapat terdiri dari gabungan bisnis produksi kayu, hasil hutan bukan kayu dan jasa lingkungan.

Pengembangan bisnis MUK pada sebagian besar PBPH masih berada pada tahap awal. Berbagai inisiatif telah mulai dilakukan, mulai dari identifikasi komoditas unggulan, penyiapan areal, pembuatan demplot, hingga penjajakan pasar dan mitra pendukung. Namun, upaya tersebut belum sepenuhnya diawali dengan rencana bisnis yang mampu memberikan arah pengembangan usaha yang berorientasi pasar, sistematis dan terukur.

 

Pelatihan dan pendampingan penyusunan business plan, akan menghasilkan dokumen untuk kebutuhan tersebut di atas, dan diharapkan menjadi keputusan perusahaan sebagai acuan pengembangan bisnis MUK ke depan. Dokumen rencana bisnis, akan meliputi substansi utama konteks dan gagasan bisnis MUK, analisis pasar dan strategi pemasaran, perencanaan operasional, penataan organisasi, capaian yang ditargetkan secara bertahap, serta perencanaan finansial termasuk proyeksi profitabilitas dan investasi.

Baca Juga :  KADIN Indonesia dan KLHK Ajak Pelaku Usaha Terlibat Dalam Restorasi Ekosistem Mangrove

Selain memuat strategi pengembangan bisnis, business plan yang disusun menjadi acuan dalam membangun ekosistem bisnis dengan kolaborasi bersama masyarakat, mitra, pembeli atau industri, serta lembaga pembiayaan dan investor. Dalam hal ini, pelatihan dilanjutkan dengan pendampingan untuk membuat paparan business plan dan cara presentasi yang meyakinkan kepada pembeli dan investor potensial.

##

Share this

Related Posts