News

Berawal dari Cagar Alam El Globo Kolombia ke Masa Depan Ekonomi Berbasis Alam

Terletak di munisipalitas Támesis, Antioquia, kawasan Cagar Alam El Globo berada dalam Distrik Pengelolaan Terpadu (DMI) Cuchilla Jardín–Támesis, sebuah wilayah dengan nilai konservasi tinggi. Dengan luas mencapai 340 hektare, kawasan ini dikenal sebagai “bintang air” di wilayah barat daya Antioquia, karena perannya yang penting dalam menjaga ekosistem dan sumber daya air.

Namun, kawasan ini tidak selalu seperti sekarang. Dahulu, El Globo merupakan area peternakan yang mengalami degradasi akibat aktivitas manusia. Hingga pada tahun 2017, muncul kesadaran sekaligus peluang untuk memulihkan kawasan tersebut melalui pendekatan konservasi yang lebih inovatif dan berkelanjutan.

Inisiatif ini melahirkan Cagar Alam El Globo, yang kemudian berkembang menjadi sebuah habitat bank, sebuah model baru dalam konservasi berbasis pasar yang menghubungkan perlindungan alam dengan mekanisme ekonomi.

Langkah ini dipelopori oleh Terrasos, organisasi yang kini dikenal sebagai pionir dalam pengembangan biodiversity credit. Model yang mereka bangun tidak hanya mendorong restorasi ekosistem, tetapi juga menjadi referensi global dalam pembentukan Kerangka Kerja Keanekaragaman Hayati Global Kunming-Montreal pada tahun 2022.

El Globo Habitat Bank menjadi bukti nyata bahwa konservasi tidak harus berseberangan dengan kepentingan ekonomi. Sebaliknya, keduanya dapat berjalan beriringan dan saling menguatkan.

Di Habitat Bank ini, dalam kurun waktu 2021–2023 tercatat terdapat 34 spesies mamalia; 137 spesies burung; 154 spesies tumbuhan. Data ini menunjukkan bahwa pendekatan berbasis biodiversity credit tidak hanya menghasilkan nilai ekonomi, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap pemulihan ekosistem dan keanekaragaman hayati.

Inisiatif ini pun menarik perhatian berbagai pihak di tingkat global, termasuk delegasi Kadin Indonesia yang melakukan kunjungan pada 19–23 Februari 2024 untuk mempelajari secara langsung implementasi biodiversity credit di lapangan.

Baca Juga :  KLHK: Hutan Mangrove potensial menyimpan karbon biru

 

Share this

Related Posts